Tradisi Intelektual Islam: Melacak Sejarah Peradaban Ilmu pada Masa Kejayaan

kholid muslih, mohammad (2020) Tradisi Intelektual Islam: Melacak Sejarah Peradaban Ilmu pada Masa Kejayaan. In: Tradisi Intelektual Islam: Melacak Sejarah Peradaban Ilmu pada Masa Kejayaan. 1, 1 (1). Direktorat Islamisasi Ilmu UNIDA Gontor dan Gramasurya, UNIDA Gontor, pp. 1-24. ISBN 978-602-5620-55-3

[img] Text (Tradisi Intelektual Islam Melacak Sejarah Peradaban Ilmu Pada Masa Kejayaan)
Buku Tradisi Intelektual Islam Melacak Sejarah Peradaban Ilmu pada Masa Kejayaan.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (1MB)
[img] Text (Reviewer)
Reviewer 4 Tradisi Intelektual Islam Melacak Sejarah Peradaban Ilmu pada Masa Kejayaan.pdf - Published Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial Share Alike.

Download (895kB)
[img] Text (Cek Plagarism)
Hasil Check Plagarism Buku Tradisi Intelektual Islam Melacak Sejarah Peradaban Ilmu pada Masa Kejayaan (1).pdf - Published Version

Download (11MB)

Abstract

Akibat pergumulan antara Islam dan sekularisme, muncul polemik hangat yang hingga kini belum usai, yaitu apakah Islam hanya merupakan agama spiritual ataukah agama peradaban. Selain itu, apakah Nabi Muhammad saw hanyalah seorang nabi yang diutus dengan membawa misi spiritual saja ataukah membawa misi peradaban yang menjadikan spritualitas merupakan bagian dari peradaban yang dibangunnya. Sebenarnya, perdebatan seperti ini telah diakhiri oleh pengakuan sebagian orientalis yang secara jujur dan objektif mengakui Islam, tidak saja sebagai agama peradaban, lebih dari itu, mereka mengakui peran peradaban Islam yang cukup besar terhadap perkembangan Eropa. Misalnya, Thomas Arnold menyatakan, “Pada saat itu, ilmu pengetahuan Islam sedang berada dalam puncak kebesarannya, bersinar bagaikan bulan purnama, menerangi kegelapan yang sedang menyelimuti Eropa di Abad Pertengahan.” George Sarton juga menyatakan, “Sebagaian besar pemikiran kemanusiaan telah dikuasi oleh umat Islam; Al-Mas’udi, misalnya, bisa dikategorikan sebagai ilmuwan geografi terbesar, sementara al-Thabari termasuk sejarawan terbesar dalam sejarah.” Thomson juga dengan jujur menyatakan, “Kebangkitan ilmu pengetahuan di Barat sejatinya disebabkan oleh pengaruh ilmu pengetahuan Arab, melewati proses terjemah yang berjalan begitu cepat terhadap karya-karya umat Islam di berbagai bidang ilmu pengetahuan dari bahasa Arab, yang pada saat itu menjadi bahasa pengantar pengajaran, ke dalam bahasa Latin.”1 Buku yang ada di tangan pembaca sekalian merupakan buku kedua yang diterbitkan oleh Direktorat Islamisasi Ilmu UNIDA Gontor. Buku ini disusun sebagai buku ajar mata kuliah Sejarah Peradaban Ilmu dalam Islam, yang bertujuan untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa tentang puncak kemajuan ilmu pengetahuan pada masa kejayaan peradaban Islam, serta besarnya kontribusi peradaban Islam terhadap peradaban dunia, sebagaimana diungkap oleh beberapa orientalis di atas. Karenanya, di dalam buku ini akan diulas beberapa topik mencakup konsep peradaban dalam perspektif Islam, peradaban dunia sebelum Islam, tradisi ilmu yang sungguh unik dalam peradaban Islam, perkembangan ilmu-ilmu syar‘i (ilmu keislaman), serta perkembangan sains beserta tokoh-tokohnya. Ada beberapa hal yang ingin ditegaskan dalam buku ini. Salah satunya, jika spiritual merupakan pondasi utama dalam peradaban Islam, maka ilmu pengetahuan merupakan piranti utama dalam pengembangan dan kemajuannya. Karena itu, melalui tradisi keilmuan yang kuat, lahirlah para ulama ternama dalam berbagai bidang ilmu agama seperti Imam Malik, al-Syafi‘i, Abu Hanifah, Ahmad bin Hanbal, al-Thabari, al-Bukhari, Muslim, al-Ghazali, serta ilmuan ternama dalam berbagai bidang sains, baik sains natural maupun sains sosial. Di bidang sains natural lahirlah Ibnu Sina, Ibnu Rusyd, al-Biruni, al-Khawarizmi, Jabir bin al-Hayyan, Ibnu Firnas, dan al-Zahrawi. Sedangkan di bidang sains sosial lahirlah Ibnu Khaldun, al-Kindi, al-Farabi, al-Mawardi, Ibnu Miskawaih, al-Masudi, dan Ibnu al-Atsir. Lalu, dengan menyatukan dua sumber bacaan dan penelitian (wahyu dan alam semesta), terbentuklah al-madaniyyah (‘kemajuan materi’) dan al-tsaqâfah (‘kemajuan budaya’) yang merupakan unsur penopang peradaban Islam, hingga berhasil tumbuh dan berkembang untuk mengajar dunia. Dengan wawasan ini, diharapkan mahasiswa Muslim memiliki keyakinan yang kuat bahwa kebangkitan peradaban Islam di masa mendatang itu sangatlah mungkin, dan salah satu jalan terpenting menuju kebangkitan dan kejayaan tersebut adalah jalan ilmu pengetahuan. Selanjutnya, ucapan terima kasih yang tak terhingga kami sampaikan kepada semua pihak yang telah berperan dalam penerbitan buku ini, semoga Allah berkenan mencatatnya sebagai amal jariah yang pahalanya terus mengalir tanpa henti. Amin. Selamat membaca! Semoga bermanfaat. Ponorogo, 10 April 2020 Direktur Islamisasi Ilmu UNIDA Gontor, Dr. M. Kholid Muslih, M.A.

Item Type: Book Section
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
Divisions: Pascasarjana Doktoral UNIDA Gontor > Doktoral Aqidah dan Filsafat Islam
Depositing User: PAK Pasca Sarjana AFI S3
Date Deposited: 24 Mar 2022 06:30
Last Modified: 03 Apr 2022 03:58
URI: http://repo.unida.gontor.ac.id/id/eprint/1432

Actions (login required)

View Item View Item