ISLAMIC ECONOMICS AS INTEGRATED SOCIAL SCIENCE

Zatadini, Nabila (2020) ISLAMIC ECONOMICS AS INTEGRATED SOCIAL SCIENCE. Diploma thesis, Universitas Darussalam Gontor.

[img] Text
343311621-full skripsi-Nabila Zatadini.pdf

Download (1MB)

Abstract

Ilmu ekonomi Islam bukanlah ilmu baru. Ekonomi Islam sudah dipraktekkan oleh Rasulullah SAW sejak abad ke-enam. Penyusunan ilmu ekonomi Islam dimulai pada abad ke-delapan oleh Abu Yusuf, Al Syaibani, Abu Ubaid dsb. Sayangnya karya mereka diabaikan oleh sejarawan barat Shumpeter. Ia memanipulasi sejarah, maka hilanglah penyusunan-penyusunan ilmu ekonomi Islam tersebut. Hal itu berimbas pada tersebarnya ekonomi barat di dunia dan menjadi pengendali dunia. Ekonomi ribawi yang menyalahi syariah Islam. Untuk menanggulangi hal itu, ekonom muslim menyusun disiplin ilmu ekonomi yang terlepas dari konsep konvensional dan sesuai dengan ajaran quran dan sunnah. Kemudian tiap ekonom muslim mengungkapkan pendapatnya mengenai definisi ilmu ekonomi Islam. Namun definisi ekonomi Islam dari ekonom satu dan lainnya bertentangan, sebagian menyatakan bahwa ilmu ekonomi Islam positif, normatif, dan gabungan antara keduanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menelaah, mengkaji serta mengkritisi pemikiran para ekonom muslim mengenai definisi ekonomi Islam. Dimulai dari mengelompokkan pendapat menjadi positif dan terintegrasi kemudian menerangkan kelebihan dan kekurangan tiap kelompok serta perbedaan dan persamaan keduanya. Penelitian ini adalah penelitian literature. Data dalam penelitian ini didapat dengan menggunakan metode dokumenter, untuk mencari data-data tentang pendapat ekonom muslim mengenai definisi ilmu ekonomi Islam baik positif, normatif maupun terintegrasi, antara lain yang bersumber dari buku, jurnal, internet, dan makalah. Metode analisis data yang digunakan adalah induktif, deduktif, dan analisis deskriptif komparatif. Diskursus mengenai definisi ilmu ekonomi Islam kembali didengungkan pada tahun 70-an. Ekonom-ekonom muslim kontemporer memaparkan pendapatnya masing-masing mengenai definisi ilmu ekonomi Islam. Para ekonomi muslim sendiri terbagi menjadi tiga pendapat. Beberapa dari mereka, seperti Hasanuzzaman dan Tag El Din mengatakan bahwa ilmu ekonomi Islam adalah ilmu sosial normatif. Akram Khan, Monzer Kahf, dan Muhammad Arif berpendapat bahwa ilmu ekonomi Islam adalah ilmu sosial positif. Di sisi lain ekonom seperti Anas Zarqa, Umer Chapra dan Muhammad Abdul Mannan berpandangan bahwa ilmu ekonomi Islam adalah ilmu sosial yang terintegrasi antara positif dan normative. Para ekonom yang berpandangan bahwa ilmu ekonomi Islam adalah ilmu sosial positif beralasan bahwa manusia tidak dapat memahami hukum moral karena tidak terlihat dan tidak dapat diukur. Metodologi yang standar adalah yang dapat diobservasi, diuji, dianalisa, disetujui dan tidak disetujui oleh ilmuan sosial. Sebaliknya para ekonom yang berpendapat bahwa ilmu ekonomi Islam adalah ilmu sosial terintegrasi mengatakan bahwa positif dan normatif sangat amat saling berkaitan tidak dapat dipisahkan. Karena tidak mungkin suatu masalah ekonomi yang terjadi diselesaikan tanpa adanya nilai-nilai normatif sama sekali. Dalam penilitian ini, penulis menyarankan untuk menggunakan definisi ilmu ekonomi Islam sebagai ilmu yang terintegrasi karena di dalamnya tidak terdapat pemisahan antara syariah dan ekonomi. Sehingga mencegah pelaku ekonomi untuk melanggar syariah dan sesuai dengan permasalahan yang sedang terjadi

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Manajemen UNIDA Gontor > Ekonomi Islam
Depositing User: Mr Muhammad Taufiq Riza
Date Deposited: 02 Nov 2020 13:42
Last Modified: 02 Nov 2020 13:42
URI: http://repo.unida.gontor.ac.id/id/eprint/385

Actions (login required)

View Item View Item