NUR MUHAMMAD MENURUT TAREKAT TIJANIYAH

Thoriqul Islam, Muhammad (2018) NUR MUHAMMAD MENURUT TAREKAT TIJANIYAH. Diploma thesis, University of Darussalam Gontor.

[img] Text
THORIQUL ISLAM (WATERMARK).pdf

Download (1MB)

Abstract

Nur Muhammad merupakan salah satu topik penting dalam bidang tasawuf. Sebab konsep ini adalah sebuah teori sufistik tentang awal penciptaan makhluk di alam semesta. Konsep ini banyak muncul di kalangan para sufi falsafi, misal Ibn Arabi, Al-Hallaj, Al-Jilli, dan lain-lain. Mereka bersepakat bahwa Nur Muhammad mengandung pengertian “sempurna”. Sebab ia merupakan bentuk tajalli (penampakan diri) Tuhan. Kesempurnaan tajalli Tuhan hanya ada pada Insan Kamil (manusia sempurna). Namun, dalam hal ini terdapat keraguan dalam memahami konsep tersebut. Salah satunya adalah dalam pemakaian hadist dhoif dan hadist shahih yang mereka pakai dalam menjelaskan tentang Nur Muhammad. Dari permasalahan tersebut akan berakibat kurangnya pengetahuan tentang bagaimana wujud Tuhan yang bersifat transenden atau misteri yang sering dikutip para sufi falsafi kanzan mahfiyun dalam penciptaan makhluk yang bersifat imanen (baharu). Oleh karena itu, penelitian ini menarik untuk dibahas, dikarenakan adanya beberapa keraguan dalam pemahaman konsep tersebut. Adapun kajian yang memiliki kesamaan dari para sufi tersebut adalah Tarekat Tijaniyah, institusi tasawuf kenamaan yang memfokuskan pemikirannya pada konsep Nur Muhammad dengan berdasarkan ajarannya, berupa shalawat al-Fatih dan shalawat Jauhariyah al-Kamal. Agar lebih spesifik dalam kajian ini, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap konsep Nur Muhammad menurut Tarekat Tijaniyah. Penelitian ini termasuk penelitian tasawuf falsafi dan jenis penelitiannya adalah “library research”. Adapun metode yang digunakan, pertama, Metode Deskriptif, peneliti menggambarkan konsep Nur Muhammad beserta dasar-dasarnya secara ringkas, yang mengacu pada pemahaman para ulama Sufi, kemudian sekilas tentang sejarah Tarekat Tijaniyah dan penyebarannya, biografi Syeikh Ahmad Tijani, unsur-unsur penting yang ada di dalamnya, serta ta’lim dan ‘amaliyah-nya. Kedua, Metode Analisis, peneliti menganalisa tentang Nur Muhammad, kemudian dijelaskan serta dibandingkan sampai mendapat hasil yang maksimal. Setelah menyelesaikan penelitian ini, penulis menyimpulkan, bahwa yang disebut Nur Muhammad menurut Tarekat Tijaniyah yaitu awal dari segala ciptakan Allah dari hadhrah al-ghaib (eksistensi kegaiban). Adapun dasar-dasar dari konsep ini, terletak pada ajarannya, berupa shalawat al-Fatih dan shalawat Jauhariyah al-Kamal. Menurut Syaikh Ahmad Tijani, shalawat al-Fatih merupakan shalawat yang terdiri dari lafadz al-Fatih lima ughliq dan al-Khatim lima sabaq. Al-fatih lima ughliq yang berarti wujud Nabi Muhammad sebagai pembuka hati dari keterbelengguan al-rahmah al-ilahiyah, syirik, dan jahl bagi para makhluk di alam semesta. Sedang al-khatim lima sabaqa artinya bahwa wujud Nabi Muhammad sebagai pembuka dan penutup kenabian dan kerasulan. Sedangkan shalawat Jauhariyah al-Kamal merupakan kelanjutan dari pemikiran Syaikh Ahmad Tijani dalam shalawat al-Fatih, tentang Nur Muhammad. Hal ini dapat terlihat dari sembilan hakikat rahmat dari sifat-sifat Tuhan. ,(عين الرحمة الربانية) , bagian, yaitu: pertama, bagian pertama نور) , Nabi Muhammad sebagai pemilik al-haq (al-haqiqah). Bagian ketiga عين الحق , ( ) Bagian kedua الكنز) , rahmat Nabi Muhammad seperti nur bagi seluruh makhluk alam. Bagian keempat ,(الأكوان الجوهر bermakna (الياقوتة) , Nabi Muhammad sebagai pusat ilmu pengetahuan. Bagian kelima ,(الأعظم Nur Muhammad bagaikan kilat yang berisi rahmat Tuhan ,(البرق) , yakni permata. Bagian keenam Nabi Muhammad ,(صاحب الحق الرباني) , kepada setiap orang yang menghadap-Nya. Bagian ketujuh Nur Muhammad memancarkan al- ,(طلعة الحق , ( sebagai pembawa agama Allah. Bagian kedelapan cahaya yang tersimpan oleh Allah. ,(النور المطلسم) , haq dari dzat al-haq, Allah. Bagian kesembilan ,(عرض) tidak butuh tempat (dinisbatkan kepada Allah) dan ,(جوهر) Dikatakan lain, nur Muhammad itu butuh tempat (makhluk), yang selalu butuh terhadap dzat-Nya. Akhirnya, seraya mengakui segala kekurangan dalam kajian ini, penulis menyarankan untuk penelitian selanjutnya tentang Nur Muhammad menurut tarekat tijaniyah, dengan merelasikan terhadap pemikiran kontemporer, dengan analisis worldview Islam. Usaha ini tentunya tidak boleh menjadikan sebuah kajian terlepas dari kritik, yang diharuskan disetiap kajian akademis.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General)
B Philosophy. Psychology. Religion > BD Speculative Philosophy
B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Fakultas Ushuluddin UNIDA Gontor > Aqidah Filsafat Islam
Depositing User: Mr Muhammad Taufiq Riza
Date Deposited: 03 Nov 2020 07:47
Last Modified: 03 Nov 2020 07:47
URI: http://repo.unida.gontor.ac.id/id/eprint/459

Actions (login required)

View Item View Item