AKTIVITAS ANTIFUNGI DAUN KETEPENG CINA (Cassia alata L.) FRAKSI ETANOL, N-HEKSAN, DAN KLOROFORM TERHADAP JAMUR Microsporum canis

Fajri, Mathlail (2018) AKTIVITAS ANTIFUNGI DAUN KETEPENG CINA (Cassia alata L.) FRAKSI ETANOL, N-HEKSAN, DAN KLOROFORM TERHADAP JAMUR Microsporum canis. Diploma thesis, University of Darussalam Gontor.

[img] Text
WATERMAK_LAYOUT_SKRIPSI_MATLAIL_FIXYOU.pdf

Download (2MB)

Abstract

Allah tidak akan menciptakan suatu penyakit kecuali Dia juga menciptakan penawarnya, dan kita sebagai makhluknya hendaklah berikhtiar dalam segala ujian yang Allah berikan pada kita. Salah satu usaha yang sering dilakukan dalam masyarakat kita sendiri untuk mengobati penyakit yang dideritanya adalah dengan memanfaatkan tumbuhan yang ada disekitar kita. Salah satu tumbuhan yang sering digunakan dimasyarakat adalah ketepeng cina. Secara tradisional daunnya sering dimanfaatkan sebagai obat cacing, sariawan, sembelit, dan penyakit kulit. Berdasarkan pengalaman masyarakat, maka dilakukan penelitian aktifitas antifungi dengan fraksi etanol, kloroform, dan n-heksan dari daun ketepeng cina untuk menghambat jamur Microsporum canis, salah satu jamur dermatofit penyebab penyakit tinea. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan fraksi etanol, kloroform, dan n-heksan daun ketepeng cina yang diujikan pada jamur Microsporum canis dengan konsentrasi 12,5%, 22,5%, 32,5%, dan 42,5%. Data didapatkan dengan mengukur diameter zona hambat menggunakan metode sumuran. Untuk mengetahui senyawa antifungi yang terkandung dalam setiap fraksi, dilakukan skrining fitokimia menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT). Data yang dihasilkan dianalisa dengan sistem SPSS16 uji Kruskal Wallis. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etanol, kloroform, dan n-heksan daun ketepeng cina memiliki aktivitas antifungi terhadap jamur Microsporum canis. Fraksi yang memiliki aktivitas paling tinggi dalam menghambat pertumbuhan jamur Microsporum canis adalah fraksi etanol pada konsentrasi 42,5%, dibandingkan kedua fraksi lainnya beserta kontrol positif, dengan diameter hambat 27,88 mm (12,5%), 41,25 mm (22,5%), 48 mm (32,5%), 62 mm (42,5%). Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya kandungan metabolit sekunder dalam masing-masing fraksi, metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak daun ketepeng cina fraksi etanol adalah alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan terpenoid, sedangkan pada fraksi kloroform yaitu tanin, saponin, alkaloid, dan flavonoid, serta pada fraksi n-heksan mengandung, alkaloid, saponin, tanin, dan terpenoid. Kata kunci: Aktifitas antifungi, Ketepeng cina, Fraksi, Microsporum canis.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Kesehatan UNIDA Gontor > Farmasi
Depositing User: Mr Muhammad Taufiq Riza
Date Deposited: 03 Nov 2020 08:48
Last Modified: 03 Nov 2020 08:48
URI: http://repo.unida.gontor.ac.id/id/eprint/470

Actions (login required)

View Item View Item