PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN KIMIA DAN PERSONAL HYGIENE TERHADAP KEJADIAN DERMATITIS KONTAK IRITAN PADA PEKERJA BAGIAN PRODUKSI (Studi Korelasional Di Pabrik Gondorukem Dan Terpentin, Sukun, Ponorogo)

Azel Putra Sunda Diwa, Moch (2018) PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN KIMIA DAN PERSONAL HYGIENE TERHADAP KEJADIAN DERMATITIS KONTAK IRITAN PADA PEKERJA BAGIAN PRODUKSI (Studi Korelasional Di Pabrik Gondorukem Dan Terpentin, Sukun, Ponorogo). Diploma thesis, University of Darussalam Gontor.

[img] Text
WATERMAK_SKRIPSI AZEL_FIX.pdf

Download (4MB)

Abstract

PGT Sukun Ponorogo merupakan salah satu pabrik yang memproduksi hasil olahan getah pinus berupa gondorukem dan terpentin. Proses produksinya menggunakan asam oksalat sebagai bahan campuran gondorukem dan terpentin. Asam oksalat bersifat korosif dan toksis serta mudah teroksidasi oleh air dan oksigen sehingga dapat menimbulkan iritasi, gatal-gatal, luka bakar dan kerusakan pada kulit serta dapat menimbulkan dermatitis kontak iritan. Dermatitis kontak iritan merupakan salah satu penyakit kulit yang disebabkan karena berkontak langsung dengan bahan-bahan iritan dan bahan kimia. Kasus dermatitis kontak iritan mencapai 85 % di tempat kerja. Hal ini disebabkan karena paparan langsung dengan bahan kimia, kurangnya perhatian terhadap kebersihan, sanitasi dan penggunaan alat pelindung diri di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bahan kimia dan Personal Hygiene terhadap kejadian penyakit dermatitis kontak iritan pada pekerja bagian produksi PGT Sukun Ponorogo. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan sampel adalah pekerja pada bagian produksi PGT Sukun Ponorogo yaitu 35 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Total Sampling dengan analisis data menggunakan uji Pearson Correlation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh antara bahan kimia terhadap kejadian penyakit dermatitis kontak iritan dengan p value = 0,047, sedangkan tidak adanya pengaruh antara Personal Hygiene terhadap kejadian penyakit dermatitis kontak iritan dengan nilai p value = 0,202. Hal ini dikarenakan kegiatan personal hygiene telah dilaksanakan dengan baik oleh pekerja yang didukung adanya fasilitas dari pihak manajemen. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat pengaruh antara bahan kimia terhadap kejadian penyakit dermatitis kontak iritan dan tidak adanya pengaruh antara personal hygiene dengan kejadian penyakit dermatitis kontak iritan pada pekerja bagian produksi PGT Sukun Ponorogo. Sebaiknya setiap pekerja menggunakan sarung tangan resisten bahan kimia, sarung tangan anti panas dan cairan bahan kimia, sepatu pelindung, masker pelindung, rompi pengaman dan kacamata pelindung untuk mencegah dermatitis kontak iritan. Kata Kunci : Bahan Kimia, Personal Hygiene, Dermatitis Kontak Iritan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Kesehatan UNIDA Gontor > Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Depositing User: Mr Muhammad Taufiq Riza
Date Deposited: 03 Nov 2020 09:13
Last Modified: 03 Nov 2020 09:13
URI: http://repo.unida.gontor.ac.id/id/eprint/480

Actions (login required)

View Item View Item