نظرية الشريعة اإلسالمية نحو العقود المركبة في منتج بطاقة االئتمان )دراسة حالة على بطاقة الحسنة في البنك Syariah BNI فرع سراغين(

A. Fammy, Fitra (2018) نظرية الشريعة اإلسالمية نحو العقود المركبة في منتج بطاقة االئتمان )دراسة حالة على بطاقة الحسنة في البنك Syariah BNI فرع سراغين(. Diploma thesis, University of Darussalam Gontor.

[img] Text
watermak_FITRA A FAMMY.pdf

Download (3MB)

Abstract

Munculnya produk-produk barn di perbankan syariah menimbulkan kesulitan dalam penerapan prinsip syariah terutama dalam aspck kesesuaiannya dengan akad ijtihad para ulama sangat diperlukan dalam mcnjawab persoalan tersebut. Persoalan terhadap perbedaan dengan konsep syariah tidak membolehkan dua akad dalam satu transaksi akad (two in one). Ada pendapat yang lain kaftan dengan larangan two in one hanya mengenai tiga kasus saja yang di sebutkan dalam hadist yang berkaitan dengan larangan penggunaan hybrid contract. Salah saw produk pembiayaan yang sekarang menjamur di masyaralcat adalah produk kartu kredit yang didalamnya mengandung akad hybrid contract. Hal milah yang menarik penulis untuk melakukan penelitian tentang tinjauan hukum Islam mengenai hybrid contract terhadap produk kartu kredit syariah iBHasanah Card di bank BNI Syariah KCP Sragen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep akad yang digunakan pada kartu kredit syariah iB Hasanah Card di Bank BNI Syariah KCP Sragen dan tinjauan hukum Islam terhadap aplikasi hybrid contract pada produk kartu 'credit syariah iBHasanah Card di Bank BNI Syariah KCP Sragen. Dalam penelitian ini, penulis akan menggunakan penelitian lapangan dengan jenis penelitian kualitatif deslcriptif, untuk mcngctahui tcntang akad yang digunakan pada obyek yang diteliti. Penulis mengadakan wawancara, observasi scrta pengumpulan data setelah itu akan di analsisa atas multi akad yang terkandung dalam produk kartu kredit syariah iB Hasanah Card menurut hukum Islam. Hasil dan penelitian ini adalah: I) Pada konscp akad yang digunakan pada kartu kredit syariah ialah (a)kafalah tenadi pengambilan ujrah, maka tidak diperbolchkan dalam syara', akan tetapi menurut Wahbah Zuhaili, dalam situasi seperti ini, bolch memberikan imbalan atau kompensasi kepada kafil karma memang terpaksa dan kondisi mcndesak atau adanya hajat yang bersifat umum, akad yang kedua adalah akad (b)qarclh pada akad ini, penerb it kanu BNI Syariah) disini hanya bcrperan sebagai pemberi pinjaman (muqridh) kepada pcmcgang kartu (muqtandh) melalui pcnarilcan tunai dan bank atau mesin ATM bank penerbit kartu Hasanah Card, dan bank tidak mengambil tambahan atas pinjaman, dalam hal ini pada hakekatnya pengambilan tambahan pada alcad qardh tidak diperbolehlcan, sehingga konsep akad pada akad qardh ini sudah sesuai syariah.(c) Sarah terjadi pengambilan fee yaitu annual membership dan montho,, membership, dalam akad pada dasamya pengambilan ujrah diperbolchkan schingga tidak melanggar syara'. 2) Apl ilcasi hybrid contract pada kartu kredit syariah iB Hasanah Card di Bank BNI KCP Sragen, sejatinya alcad-alcad yang terhimpun dalam produk kartu kredit syariah dilakukan secara terpisah. Akan tetapi menurut al- Imrani penggabungan akad Kafalah, qardh dan ijarah termasuk pada Icategori multi akad nuiltami 'all (akad berganda), Icarena ketiga alcad tcrscbut mcmcliki hubungan antara saw akad dengan akad yang lain, jadi bisa dikatakan kctiga akad terscbut sating mempengaruhi saw sama lain. Walaupun akad yang digunakan tcrpisah tetapi terdapat akad yang berdiri sendiri yang belum sesuai syariah, schingga pada penggabungarmya terdapat penyelewengan atas batasan-batasan kebolehan multi akad yaitu pada aplikasi akad qardh tenadi hutang tapi disyaratkan untuk menabung maka alcadnya menjadi tidak jelas di samping itu masih terdapat pengambilan keuntungan dan terdapat biaya talvidh tidak scsuai dengan biaya nil yang keluar, sehingga hal ini menjadi rckayasa untuk ttu jatuh kedalam riba. Penulis berharap kepada pihak bank BNI Syariah KCP Sragen untuk menglcaji lebih dalam akan alcad•kad yang digunakan pada produk rB Hasanah Card agar dapat menjelaskan dengan jelas dan detail kepada nasabah atas akad-alcad yang terkandung di dalamnya. Serta biaya•biaya yang akan di terkandung di dalamnya. Dan bank sebaiknya sistem penerapan talvidh perlu dilakukan pengawasan dari pihak DPS agar tidak timbul gharar (tidak jelas barangnya). Dalam hal yang rnenyangkut keterlambatan nasabah dalam pembayaran. Dan bagi pan nasabah, jika ingin memakai produk bank syariah sebaiknya menanyakan secara detail Mead yang terkandung didalarrmya atas produk tersebut. (Kata Kuno: Hybrid contract, Hasanah Card)

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
H Social Sciences > HB Economic Theory
H Social Sciences > HG Finance
H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races
K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Syariah UNIDA Gontor > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Mr Muhammad Taufiq Riza
Date Deposited: 04 Nov 2020 00:24
Last Modified: 04 Nov 2020 00:24
URI: http://repo.unida.gontor.ac.id/id/eprint/515

Actions (login required)

View Item View Item