Ummiyatun Nabi Muhammad S . A . W Menurut Abi Hayan Al - Andalusi

Muna Dzazulfa, Nailul (2018) Ummiyatun Nabi Muhammad S . A . W Menurut Abi Hayan Al - Andalusi. Diploma thesis, Universitas Darussalam Gontor.

[img] Text
nailul fix.pdf

Download (1MB)

Abstract

Kalimat ummi secara bahasa banyak dimaknai dengan arti buta huruf, dimana tema ini sangat menarik dalam pembahasannya dalam penisbatan ummiyatun Nabi Muhammad S.A.W, setelah ditelisik lebih dalam lagi banyak terjadi kesalah pahaman para tokoh orientalis dalam memahami keummiyan Nabi Muhammad yang diantaranya menyebutkan bahwa keummiyan tersebut adalah salah satu kelemahan Nabi Muhammad S.A.W, hingga ada yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad berpura-pura dalam keummiyannya, sehingga dengan mudahnya dapat mengambil kandungan isi Al-Qur’an dari berbagai sumber kitab-kitab terdahulu, dan bukan murni turunnya dari Allah S.W.T. Dari latar belakang diatas penulis berusaha untuk meneliti asal kata (Isytiqoqul makna) ummi dalam Al-Qur’an untuk dapat menyingkap rahasia dibalik penisbatan keummiyan Nabi Muhammad S.A.W, serta menjawab keraguan para muslimin yang telah terpengaruh berbagai pendapat orientalis akan makna ummiyatun Nabi Muhammad S.A.W. Maka dari itu penulis memilih tafsir Bahrul Muhit karya Abi Hayan Al-Andalusi untuk membantu dalam penelitiannya, yang mana penafsirannya dikenal menggunakan metode al-mat’sur dan ar-ra’y, yang bercorak luqowi. Metode yang digunakan adalah metode tafsir tematik dengan mengumpulkan semua ayat al-Qur’an yang memuat kata ummiy, baik yang dalam bentuk mufrod ataupun jamak, kemudian meneliti dan menganalisa makna ummiy disetiap ayatnya, sehingga didapatkan jawaban yang menyeluruh tentang makna ummiyatun Nabi Muhammad S.A.W dalam Al-Qur’an. Pembahasan ini meliputi 6 ayat yang didalamnya terkandung lafadz ummiy, dan penisbatan makna ummiy tersebut berbeda-beda setiap ayatnya, meliputi penisbatan kepada bani Israil (yahudi), kepada Nabi Muhammad S.A.W, dan juga kepada musyrikin Arab, dari beberapa penisbatan kata Ummiy kepada beberapa golongan yang berbeda penulis dapat mengambil hasil penelitiannya dengan menggabungkan berbagai makna yang terkandung dari setiap ayatnya dan asal kata ummiy sehingga penulis dapat mengambil kesimpulan akhir bahwa Nabi Muhammad tidak menulis dan membaca kitab-kitab umat terdahulu, sehingga keummiyan-nya menjadi bukti keotentikan Al-Qur’an dan ummiy yang dimaknai sebagai asal keadaan pengetahuan ibunya yang tak mengerti baca dan tulis karena seorang ibu tidak disibukkan dalam urusan ini, serta makna ummiy berasal dari kata al-amu yang berarti pemimpin, menunjukan bahwasanya diutusnya Nabi Muhammad telah dipersiapkan dan disengaja untuk menjadi seorang pemimpin ummat Islam yang membawa Syariat baru tanpa adanya campuran dari ajaran-ajaran sebelumnya, sehingga keadaan Nabi Muhammad yang telah menyandang yatim sejak kecil dapat menjadi tambahan bahwa ajaran Islam memang murni turunnya dari Allah S.W.T. Terakhir penulis mengetahui bahwa penelitiannya jauh dari kata sempurna dan masih terdapat berbagai kekurangan , maka penulis berharap semoga pembaca dapat memperbaiki dan dan memberikan saran untuk penelitian ini.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: D History General and Old World > D History (General) > D111 Medieval History
Divisions: Fakultas Ushuluddin UNIDA Gontor > Ilmu Quran dan Tafsir
Depositing User: Mr Muhammad Taufiq Riza
Date Deposited: 04 Nov 2020 05:34
Last Modified: 04 Nov 2020 05:34
URI: http://repo.unida.gontor.ac.id/id/eprint/566

Actions (login required)

View Item View Item