Critic Of Liberal Feminism Towards The Role Of Women (In Catholic and Protestant Churches)

Ningsih Lasahi, Sayekti (2018) Critic Of Liberal Feminism Towards The Role Of Women (In Catholic and Protestant Churches). Critic Of Liberal Feminism Towards The Role Of Women (In Catholic and Protestant Churches). pp. 1-64.

[img] Text
LPP_Sayekti Ningsih Lasahi.pdf

Download (3MB)

Abstract

Feminisme liberal adalah variasi pertama dalam teori feminisme. Feminisme liberal ini mengacu pada peran sosial yang melekat pada perempuan. Hukum dalam gereja menempatkan derajat wanita lebih rendah daripada laki-laki di semua bidang sosial. Dalam kasus Katolik, ada perbedaan besar antara apa yang diajarkan teologi Katolik tentang kesetaraan derajat mereka dengan laki-laki dan apa yang perempuan Katolik dan masyarakat luas rasakan. Pada awal reformasi kekristenan tidak dapat dikatakan memberi pengaruh besar terhadap kesetaraan perempuan. Kajian ini bermaksud untuk mengungkapkan apa pandangan Katolik dan Protestan terhadap feminisme liberal. Secara lebih khusus, penelitian ini melakukan kajian tentang bagaimana pandangan feminisme liberal terhadap peran wanita di dalam gereja Katolik dan Protestan. Untuk mengungkapkan masalah tersebut, penulis menggunakan pendekatan historis untuk menjelaskan berbagai peristiwa yang didalamnya mangndung unsur tempat, waktu, objek, latar belakang, dan perilaku peristiwa tersebut. Untuk penelitian ini, terdapat dua metode yang digunakan yaitu, metode deskriptif dan komparatif. Metode deskriptif untuk menjelaskan peran wanita dalam gereja Katolik dan Protestan. Di sisi lain metode komparatif digunakan untuk melihat persamaan dan perbedaan pandangan tentang peran perempuan yang terjadi antara kedua agama kristen Katolik dan Protestan. Penelitian ini memperoleh hasil bahwa feminisme liberal beranggapan bahwa tujuan paling penting dari pembebasan perempun adalah kesetaraan seksual, atau, seperti yang biasanya disebut dengan keadilan gender. Banyak wanita dari kristen katolik maupun protestan beranggapan bahwa wanita memiliki derajat yang lebih rendah daripada laki-laki dengan kepercayaan umat Katolik dan Protestan bahwa Adam dan Hawa turun ke bumi karena ketidaktaatan Hawa. Feminisme liberal ingin membebaskan perempuan dari peran gender yang menindas dari peran-peran yang digunakan sebagai alasan atau pembenaran untuk memberi perempuan tempat yang lebih rendah atau tidak ada tempat sama sekali. Kaum feminisme liberal menekankan masyarakat patriarkal untuk mengkonfigurasi seks dan gender, yang dianggap tepat bagi perempuan dalam agama kristen. Berhubungan dengan masalah kesetaraan wanita dengan laki-laki banyak terdapat praktik pengabaran yang mendukung situasi semacam itu dengan bukti banyak gereja menolak imam perempuan dan banyak pemberitaan bahwa wanita harus tunduk terhadap laki-laki. Kesimpulannya, feminisme liberal mempercayai bahwa setiap manusia memiliki beberapa kapasitas istimewa untuk pengaktualisasian diri. Feminisme liberal juga ingin menyetarakan derajat perempuan dengan laki-laki di dalam gereja dan lingkungan sosial. Penelitian ini masih memiliki banyak kekurangan baik dari segi bahasa, pembahasan dan isi. Masih ada beberapa hal yang belum bisa dibahas terutama berhubungan dengan feminisme liberal dan peran wanita dalam gereja Katolik dan Protestan seperti, peran wanita dalam teologi feminis Katolik dan aspek dogma dan sosiologis wanita dalam gereja. Harapan penulis, penelitian ini dapat memberikan kontribusi untuk didiskusikan lebih lanjut. Sehingga dapat digunakan untuk mengeksplorasi dengan pembahasan kritis dan komprehensif.

Item Type: Article
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Ushuluddin UNIDA Gontor > Studi Agama Agama
Depositing User: Mr Muhammad Taufiq Riza
Date Deposited: 05 Nov 2020 02:11
Last Modified: 05 Nov 2020 02:11
URI: http://repo.unida.gontor.ac.id/id/eprint/584

Actions (login required)

View Item View Item