‫رقم‬ ‫اإلندونيسي‬ ‫القانون‬ ‫يف‬ ‫االجتماعية‬ ‫اإلعالم‬ ‫بوسائل‬ ‫التشهري‬ ‫عقوبة‬ ‫اجلنائي‬ ‫الفقه‬ ‫نظر‬ ‫يف‬ ‫االكرتونية‬ ‫واملعامالت‬ ‫املعلومات‬ ‫يف‬ ‫‪2016‬‬ ‫عام‬ ‫‪19‬‬ ‫اإلسالمي‬

Haidar, Muhammad Hamim (2020) ‫رقم‬ ‫اإلندونيسي‬ ‫القانون‬ ‫يف‬ ‫االجتماعية‬ ‫اإلعالم‬ ‫بوسائل‬ ‫التشهري‬ ‫عقوبة‬ ‫اجلنائي‬ ‫الفقه‬ ‫نظر‬ ‫يف‬ ‫االكرتونية‬ ‫واملعامالت‬ ‫املعلومات‬ ‫يف‬ ‫‪2016‬‬ ‫عام‬ ‫‪19‬‬ ‫اإلسالمي‬. Diploma thesis, Universitas Darussalam Gontor.

[img] Text
hamim haidar fiks.pdf

Download (3MB)

Abstract

Setiap manusia menghendaki martabat, kehormatanya terjaga. Seperti halnya jiwa, kehormatan dan nama baik setiap manusia juga harus dilindungi, bebas dari tindakan pencemaran terhadapnya. Hukum Islam menjaga dan menjamin akan kehormatan tiap manusia. Juga mengharuskan untuk menjaga kehormatan saudara-saudaranya. Seperti memberi sanksi bagi seseorang yang mengejek dan mencemarkan nama baik orang lain dengan hukuman yang telah ditentukan dalam Islam. Begitu pula Hukum Positif, Khususnya di dalam Undang-Undang No.19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik secara terang mengancam dengan pidana penjara dan denda bagi seseorang yang dengan sengaja menuduh orang lain melakukan sesuatu hal. Adapun tujuan peneliti adalah untuk mengetahui tentang tindak pidana pencemaran nama baik melalui media sosial menurut Undang-Undang No.19 Tahun 2016 tentang ITE maksud dan hukumannya di Indonesia serta bagaimana pandangan fiqh Islam terhadap tindak pidana pencemaran nama baik menurut UU ITE. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian literatur yaitu menggunakan buku- buku yang berkaitan dengan judul di atas. Sedangkan pendekatan yang dipergunakan oleh penulis adalah pendekatan kualitatif, yakni suatu pendekatan pemikiran terhadap sumber- sumber tertulis berdasarkan hal tersebut akan diketahui pandangan hukum Islam terhadap penetapan tindak pidana pencemaran nama baik melalui media sosial menurut UU ITE No. 19 Tahun 2016. Sedangkan metode pengumpulan data yang berkaitan dengan materi pembahasan penulis menggunakan metode documenter hingga penulis dapat melihat dengan jelas dan cermat tentang masalah tersebut, serta metode analisis untuk menganalisa dokumen, dalam analisisnya penulis menggunakan cara berfikir induktif dan deduktif. Hasil dari penelitian ini menjelaskan menurut UU ITE No.19 Tahun 2016, pencemaran nama baik melalui media sosial merupakan perbuatan yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan atau mentransmisikan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan atau pencemaran nama baik dan hukumanya penjara paling lama 4 tahun atau denda paling banyak Rp. 750.000.000. Sementara dalam hukum Islam, aturan tentang larangan pencemaran nama baik ini dapat ditemukan dalam berbagai jenis perbuatan yang dilarang oleh Allah mengenai kehormatan, baik itu yang sifatnya hudud seperti jarimah qadzaf, maupun yang bersifat ta’zir, seperti dilarang menghina orang lain, membuka aib orang lain, dan lain sebagainya. Dan akhirnya, dari kajian yang sangat sederhana ini, penulis sangat mengharapkan kepada pembaca untuk memberikan analisa, kritik, dan saran dari kelemahan-kelemahan pada sisi ilmiah, itu semua karena keterbatasan penulis. Maka diharapkan kepada penulis selanjutnya agar dapat menyempurnakan dan meneliti yang lebih dalam. Semoga Allah selalu memberikan petunjuk kepada jalan kebaikan dan meridhoi segala usaha kita.Amin.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Syariah UNIDA Gontor > Perbandingan Mazhab dan Hukum
Depositing User: Mr Muhammad Taufiq Riza
Date Deposited: 04 Nov 2020 13:16
Last Modified: 04 Nov 2020 13:16
URI: http://repo.unida.gontor.ac.id/id/eprint/585

Actions (login required)

View Item View Item