EFEKTIVITAS METODE RULE OF TWENTY UNTUK MENGURANGI RISIKO MUSCULOSKELETAL DISORDERS STAF KEPENDIDIKAN UNIVERSITAS DARUSSALAM GONTOR

Ramadhan, Ario (2019) EFEKTIVITAS METODE RULE OF TWENTY UNTUK MENGURANGI RISIKO MUSCULOSKELETAL DISORDERS STAF KEPENDIDIKAN UNIVERSITAS DARUSSALAM GONTOR. Diploma thesis, University of Darussalam Gontor.

[img] Text
Ario.pdf

Download (1MB)

Abstract

Staf kependidikan di Universitas Darussalam Gontor bekerja di depan layar monitor komputer dengan posisi kerja duduk dalam waktu yang cukup lama sehingga menyebabkan timbulnya keluhan musculoskeletal disorders pada sebagian besar staf kependidikan. Metode Rule of Twenty merupakan salah satu cara untuk mengurangi tingkat risiko keluhan musculoskeletal disorders. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas metode Rule of Twenty dalam mengurangi tingkat risiko keluhan musculoskeletal disorders staf kependidikan Universitas Darussalam Gontor. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen dengan rancangan one group pretest posttest. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh staf kependidikan Universitas Darussalam Gontor berjumlah 68 orang. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling dan diperoleh jumlah sampel sebanyak 21 orang. Pengambilan data menggunakan kuesioner Nordic Body Map dan analisis data dilakukan menggunakan program SPSS versi 20.0 dengan uji autokorelasi dan uji T-Tes berpasangan Hasil pengukuran keluhan musculoskeletal disorders pre dan post RoT yaitu tingkat aksi 1 (tingkat risiko rendah) sebanyak 21 orang (100 %). Hal ini dimungkinkan karena adanya penilaian subjektif dan kurangnya pemahaman dari responden (staf kependidikan) saat menentukan posisi kerja yang baik. Hasil pengukuran auto korelasi diketahui bahwa nilai durbin watson sebesar 1,958. Nilai ini jika dibandingkan dengan tabel durbin watson dengan n = 21 dan k = 4 (dL = 0,9272) maka DW (1,968) > DU (1,8116) sehingga disimpulkan tidak ada auto korelasi antar variabel. Hasil pengukuran efektivitas diketahui bahwa nilai P-value atau (sig) adalah 0,00 dengan koefisien korelasi sebesar 0,861. Hal tersebut menunjukan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil pengukuran NBM sebelum dan sesudah penerapan Rule of Twenty dengan nilai efektivitas hubungan 0,861. Kata Kunci : metode Rule of Twenty, keluhan musculoskeletal disorders, staf kependidikan

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Kesehatan UNIDA Gontor > Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Depositing User: Mr Muhammad Taufiq Riza
Date Deposited: 04 Nov 2020 15:05
Last Modified: 04 Nov 2020 15:05
URI: http://repo.unida.gontor.ac.id/id/eprint/629

Actions (login required)

View Item View Item