Prathima Ketuhanan dalam Agama Hindu

Bagus Prakasa, Abdurohis (2019) Prathima Ketuhanan dalam Agama Hindu. Diploma thesis, University of Darussalam Gontor.

[img] Text
Abdul Rois.pdf fiks.pdf

Download (878kB)

Abstract

Praktek keagamaan agama Hindu masih belum sesuai dengan apa yang ada di Kitab suci mereka yaitu Kitab Weda Yajur-Ved, Bab 32 doa 3 yang mengatakan “Na Tasya Prathima Asti”, Tuhan itu tidak memiliki prathima. Tidak memiliki rupa, tidak memiliki lukisan, tidak memiliki gambar, tidak memiliki Arca, tidak memiliki patung. Misalnya saja masih ada yang menyembah Tuhan dengan perantara patung, arca, hiasan, dan masih banyak yang lain. Apakah yang menjadi penyebab dangkalnya iman seorang pemeluk agama Hindu, dikarenakan mereka tidak memahami dan mendalami kitab suci mereka. Penelitian ini berusaha untuk menjawabnya. Berdasarkan dari masalah di atas, permasalahan tentang Prathima sangat penting untuk dibahas, karena memang tidak sesuai dengan kitab suci agama Hindu sendiri, yaitu Kitab Weda. Peneliti bertujuan untuk mengetahui inti permasalahan dari masyarakat Hindu yang menyembah Prathima untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Dalam penulisan ini, peneliti menggunakan pendekatan normatif yaitu suatu pendekatan agama Islam yang memandang ajarannya dari buku-buku dan kitab suci Agama Hindu, dari pendekatan tersebut merupakan bagian dari kajian pustaka yaitu kajian yang bersumber pada buku yang berkaitan dengan Prathima dalam Agama Hindu. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan Metode Deskriptif dan Metode Kritik untuk mengkritik tradisi masyarakat agama Hindu untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta yang tidak sesuai dengan Kitab Suci Weda. Dari pembahasan ini, peneliti menemukan bahwa dalam Agama Hindu terdapat dua macam pihak yang berbeda argumen yaitu, orang soleh yang mendalami kitab Veda dan menyebarkan ajaran-ajaran agama Hindu kepada masyarakat umum tidak memerlukan prathima atau patung dalam menyembah Sang Hyang Widhi (Tuhan), dan orang awam yang belum memahami ajaran-ajaran Agama Hindu memerlukan prathima atau patung dalam menyembah Sang Hyang Widhi (Tuhan) padahal dalam Ajaran kitab Weda sendiri telah menjelaskan bahwa Tuhan itu tidak memiliki prathima. Tidak memiliki rupa, tidak memiliki lukisan, tidak memiliki gambar, tidak memiliki Arca, dan tidak membutuhkan patung dalam penyembahan Sang Hyang Widhi Akhirnya, dari kajian yang masih sangat umum serta dipenuhi berbagai macam kekurangan, seperti mulai dari kapan umat Agama Hindu mulai menyembah Prathima untuk mendekatkan diri dengan Sang Hyang Widhi (Tuhan) yang belum sempat dibahas oleh peneliti. Dengan ini peneliti berharap adanya koreksian serta masukan yang mungkin mampu menjadikan penelitian ini lebih baik, harapannya dari penelitian ini dapat membantu penelitian-penelitian selanjutnya.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General)
B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
Divisions: Fakultas Ushuluddin UNIDA Gontor > Studi Agama Agama
Depositing User: Mr Muhammad Taufiq Riza
Date Deposited: 04 Nov 2020 22:24
Last Modified: 04 Nov 2020 22:24
URI: http://repo.unida.gontor.ac.id/id/eprint/637

Actions (login required)

View Item View Item