ANALISIS PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NO. 005/PUU-IV/2006 (BERDASARKAN ASAS NEMO JUDEX IDONEUS IN PROPRIA CAUSA DENGAN PRINSIP ISTIQLAL QADHA)

Berryl Dewantara, Affrizal (2019) ANALISIS PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NO. 005/PUU-IV/2006 (BERDASARKAN ASAS NEMO JUDEX IDONEUS IN PROPRIA CAUSA DENGAN PRINSIP ISTIQLAL QADHA). Diploma thesis, University of Darussalam Gontor.

[img] Text
afrizal beryl fix.pdf

Download (686kB)

Abstract

Putusan Mahkamah Konstitusi No.005/PUU-IV/2006 yang menguji Undang-Undang Komisi Yudisial berkenaan dengan frasa “Hakim dan Hakim Konstitusi” mengundang perdebatan. Permohonan pengujian UU ini diajukan oleh Hakim Agung yang merasa dirugikan hak konstitusionalnya dengan adanya pengawasan dari Komisi Yudisial. Mahkamah Konstitusi sebagai satu-satunya lembaga negara yang diberi kewenangan oleh UUD 1945 untuk menguji undang-undang menerima permohonan ini dan mengadilinya hingga putusan. Namun langkah yang diambil Mahkamah Konstitusi ternyata menimbulkan pelanggaran asas peradilan yang berlaku di Indonesia yakni asas bahwa hakim tidak boleh mengadili kasus yang berkaitan dengan dirinya sendiri (nemo judex idoneus in propria causa). Sebagai upaya islamisasi hukum, Islam sebagai agama yang komprehensif juga mengatur mengenai prinsip kehakiman disebut dengan prinsip istiqlal qadha. Maka penulis berusaha menganalisis langkah Hakim Konstitusi menerima perkara ini dari sudut pandang hukum dan hukum Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan dari Putusan No.005/PUU-IV/2006 dari asas nemo judex idoneus in propria causa. Selanjutnya penulis berusaha meninjau langkah Hakim Konstitusi dalam menerima perkara tersebut dari prinsip-prinsip istiqlal qadha. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yakni objek penelitianya adalah langkah Hakim Konstitusi menerima perkara. Dalam penelitian ini metode pengumpulan data diperoleh dengan mengumpulkan buku, jurnal dan dokumen yang berkaitan dengan asas nemo judex idoneus in propria causa dan istiqlal qadha. Teori yang digunakan penulis untuk menilai objek penelitian adalah asas nemo judex idoneus in propria causa dan prinsip istiqlal qadha. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif analisis yakni data berupa teori asas peradilan dan prinsip istiqlal qadha dikumpulkan kemudian dideskrepsikan untuk mempermudah analisa objek penelitian yaitu langkah hakim dalam menerima perkara. Hasil dari penelitian ini menunjukan langkah yang dilakukan Hakim Konstitusi dengan melanggar asas peradilan diatas bukan tanpa sebab, namun karena Mahkamah Konstitusi sebagai satu-satunya lembaga negara yang diberi kewenangan oleh UUD 1945 maka Mahkamah Konstitusi memilih melanggar asas bahwa hakim tidak boleh mengadili kasus yang berkaitan dengan dirinya sendiri dari pada asas hakim tidak boleh menerima perkara yang diajukan kepadanya. Berdasarkan asas hakim harus menerima perkara yang diajukan kepadanya (ius curia novit) maka MK menerima dan mengadili kasus ini. Dalam pandangan istiqlal qadha hal ini juga bukan suatu pelanggaran karena Islam memandang hakim sebagai orang yang memiliki kompetensi tertentu yang mampu berijtihad, memeriksa, mengadili dan memutus perkara yang diajukan kepadanya. Perlu diketahui bahwa penelitian ini tidak terlepas dari kekurangan dan kesalahan, maka penulis berharap kritik dan saran dari pembaca. Diharapkan juga penelitian selanjutnya yang lebih mendalam dan komprehensif. Kata Kunci: Putusan MK, Asas Peradilan, Istiqlal qadha

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Syariah UNIDA Gontor > Perbandingan Mazhab dan Hukum
Depositing User: Mr Muhammad Taufiq Riza
Date Deposited: 04 Nov 2020 22:41
Last Modified: 04 Nov 2020 22:41
URI: http://repo.unida.gontor.ac.id/id/eprint/646

Actions (login required)

View Item View Item