The Concept Of State Sovereignty In Islam (Comparative study Of Muhammad Natsir And Jimly Ash Shiddiqie)

Agus Setiawan, Muhammad (2019) The Concept Of State Sovereignty In Islam (Comparative study Of Muhammad Natsir And Jimly Ash Shiddiqie). Diploma thesis, University of Darussalam Gontor.

[img] Text
muhammad agus setiawan fiks.pdf

Download (830kB)

Abstract

Kedaulatan yang berlaku di berbagai pemerintahan negara terus mengalami perkembangan secara signifikan seiring berjalannya isu-isu yang ada tidak ubahnya apa yang terjadi dalam pemerintahan Indonesia. Semuanya tercermin di dalam buku UUD 1945 Konsep Kedaulatan secara tegas dirumuskan dalam pasar 1 ayat (2) yang menyatakan : “Kedaulatan adalah di tangan rakyat, dan dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat. Setelah amandemen berubah menjadi: Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar, yang mana dalam sejarah Pemerintahan Indonesia untuk pertama kalinya menjalankan dan melaksanakan kedaulatan dengan pemilu serentak 2019.Tanda lain selang dua tahun setelah Rasulullah Hijrah ia mengumumkan peraturan dan hubungan antar kelompok masyarakat yang hidup di Madinah, pengumuman ini dikenal dengan Piagam Madinah, Piagam ini adalah bentuk upaya Rasulullah dalam mengenalkan kedaulatan yang terbuka, bebas (bidang agama, politik, ekonomi) serta tanggung jawab sosial secara bersama tanpa harus mengesampingkan Syariat agama Islam. Berdasarkan kasus di atas, tujuan penelitian ini adalah untuk membahas teori tentang konsep kedaulatan negara dalam Islam menurut pandangan Muhammad Natsir dan Jimly Ashiddiqie. Selain itu juga membandingkan kedua pemikiran dengan melihat kesamaan dan perbedaan di antara mereka. Penelitian ini menggunakan studi literator dengan analisis komparatif. Untuk mengumpulkan data, peneliti menggunakan metode dokumentasi. Kemudian data dianalisis dengan metode deduktif untuk mendapatkan teori umum konsep kedaulatan. Kemudian, metode deskriptif untuk menganalisis dan menjelaskan teori kedaulatan . Setelah itu, peneliti menggunakan metode komparatif untuk menganalisis hubungan, kesamaan, dan perbedaan antara mereka. Hasil penelitian ini menyimpulkan secara eksplisit bahwa gagasan kedaulatan negara yang dilaksanakan Indonesia adalah kedaulatan yang bersumberkan pada nilainilai Ketuhanan (Theocracy), nilai-nilai aspirasi rakyat (Democracy), ide gagasan negara hukum (Nomocracy), Kedaulatan Raja/Ratu (Monarchy), baik yang dirumuskan dalam Pembukaan UUD 1945 atau dalam Pasal-pasalnya. Bahkan Jimly Asshiddiqie maupun M.Natsir melengkapi gagasannya tentang nilai-nilai penataan kehidupan yang selaras dengan agama maupun kondisi negara saat ini yang akan menjadikan gagasan kedaulatan menjadi kuat dalam menyelenggarakan sistem kenegaraan dan pemerintahan di Indonesia Penelitian ini memberikan rekomendasi kepada para pihak terkait untuk pemerintahan demi menambah wawasan dan untuk menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Selain itu, penelitian ini merekomendasikan kepada para peneliti selanjutnya untuk memperdalam dan memperluas penelitian lain yang sejenis demi kemajuan ilmu pengetahuan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Syariah UNIDA Gontor > Perbandingan Mazhab dan Hukum
Depositing User: Mr Muhammad Taufiq Riza
Date Deposited: 05 Nov 2020 01:55
Last Modified: 05 Nov 2020 01:55
URI: http://repo.unida.gontor.ac.id/id/eprint/675

Actions (login required)

View Item View Item