56 مفهوم التسامح الديني وفقا لفتوى مجلس العلماء الإندونيسي رقم لعام شأن تحريم ارتداء أزياء غير إسلامية2016

Muzayyidin, Anwarul (2018) 56 مفهوم التسامح الديني وفقا لفتوى مجلس العلماء الإندونيسي رقم لعام شأن تحريم ارتداء أزياء غير إسلامية2016. Diploma thesis, University of Darussalam Gontor.

[img] Text
anwarul fiks.pdf

Download (1MB)

Abstract

Toleransi beragama adalah sikap saling menerima, menghargai serta menghormati keyakinan orang lain dalam segi apapun. Akhir-akhir ini sering terjadi pemaksaan pemakaian atribut non-muslim kepada muslim dengan dalih toleransi dalam merayakan hari keagamaan non-muslim. Hal ini ditakutkan berdampak kepada muslimin menyerupai akhlak dan perbuatan non muslim. Dengan ini, Majelis Ulama Indonesia yang salah satu tugasnya adalah melindungi umat Islam, mengerluarkan sebuah fatwa yaitu Fatwa Nomor 56 tahun 2016 tentang larangan memakai atribut non-muslim. Dengan adanya fatwa ini, banyak dari kalangan masyarakat yang mengatakan bahwa fatwa ini tidak toleran dan merusak toleransi yang ada di Indonesia sejak dulu.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep toleransi yang terdapat dalam fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 56 tahun 2016. Serta menjawab pertanyaan yang menyatakan bahwa fatwa ini tidak toleransi. Dan juga menganalisis apakah fatwa ini sudah sesuai dengan konsep toleransi dalam fiqih Islam. Dalam pembahasan ini penulis menggunakan jenis penelitian pustaka dengan pendekatan normatif untuk pembahasan lebih mendalam dan dapat mencapai tujuan latar belakang masalah. Penulis mengumpulkan data-data baik primer maupun sekunder tentang toleransi dalam fiqh menurut ulama. Di akhir penelitian, peneliti menganalisa fatwa majelis ulama nomor 56 tahun 2016 tentang larangan memakai atribut non muslim dengan toleransi dalam fiqih Islam.Hasil pembahasan penelitian ini, dijelaskan bahwa toleransi beragama dalam fiqih Islam adalah tidak ada pemaksaan dalam agama dan menghargai agama orang lain dalam bentuk muamalah saja, tidak ada toleransi dalam hal yang berkaitan dengan akidah dan keyakinan. Dan juga dapat diketahui bahwa tasyabbuh atau menyerupai dengan non muslim adalah haram hukumnya, karena ditakutkan berdampak kepada muslimin untuk dapat menyerupai akhlak dan perbuatan non muslim. Serta dapat disimpulkan bahwa Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 56 Tahun 2016 ini sesuai dengan toleransi dalam fiqih Islam, di karenakan tidak melanggar batas-batas toleransi yang ada dalam fiqih Islam. Dan tidak benar apabila ada yang beranggapan bahwa fatwa ini tidak toleransi, karena fatwa ini sesuai dengan keyakinan dalam agama Islam. Justru tidak toleransi apabila agama lain tidak menghargai apa yang diyakini dalam agama Islam.Demikianlah pembahasan dalam kajian literatur ini. Harapan penulis agar masyarakat saling menjaga kerukunan dan toleransi dengan menghormati keyakinan agama lain.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General)
B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
Divisions: Fakultas Syariah UNIDA Gontor > Perbandingan Mazhab dan Hukum
Depositing User: Mr Muhammad Taufiq Riza
Date Deposited: 05 Nov 2020 04:09
Last Modified: 05 Nov 2020 04:09
URI: http://repo.unida.gontor.ac.id/id/eprint/712

Actions (login required)

View Item View Item