THE DOCTRINE OF SEVENTH-DAY ADVENTIST CHURCH ON FOOD ACCORDING TO ELLEN G. WHITE

Jamal, Jamal (2020) THE DOCTRINE OF SEVENTH-DAY ADVENTIST CHURCH ON FOOD ACCORDING TO ELLEN G. WHITE. Diploma thesis, Universitas Darussalam Gontor.

[img] Text
Watermark_LPP_Jamal_SAA_Siman.pdf

Download (3MB)

Abstract

Ellen G. White sebagai pelopor berdirinya Gereja Advent Hari Ketujuh. Menulis buku tentang makanan, serta implikasinya dalam kesehatan dan keyakinan beragama. Dalam ajaran Ellen G. White menganjurkan umatnya menkonsumsi makanan bergizi dan sehat, serta melarang menkonsumsi makanan yang dapat menganggu kesehatan. Fakta membuktikan bahwa hal tersebut dapat berdampak terhadap kebahagiaan, jasmani, dan rohani. Berangkat dari latar belakang di atas, penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana doktrin Gereja Advent Hari Ketujuh tentang makanan menurut Ellen G. White. Dimana doktrin tersebut berlawanan dengan apa yang dijarkan dalam Gereja Protestan umumnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan Teologis dan jenis penelitiannya adalah library research. Ada dua metode yang penulis gunakan, pertama, metode deskriptif, peneliti menggambarkan Gereja Advent, sejarah, struktur, penyebarannya dan Ellen G. White beserta konsep makanan yang diajarkannya. Kedua, metode analisis, dimana penulis menganalisa doktrin makanan menurut Ellen G. White dengan pendapat agama dan para ahli Gizi. Hasil dari penelitian ini, tentang doktrin dalam Gereja Advent Hari Ketujuh tentang makanan dalam pandangan Ellen G. White menghasilkan beberapa kesimpulan. Pertama, makanan dimaksud yaitu nutrisi element baik untuk kesehatan tubuh manusia berdasarkan aturan Bibel. Makanan itu diperoleh tumbuhan alami seperti buahan, bijian, sayuran, dan semual hasil bumi. Kedua, pilihan makanan bersumber dari nutrisi tumbuhan disiapkan secara alami. Ketiga, sedangkan kondisi makanan sehat yaitu makanan berdasarkan aturan Perjanjian Lama, memberikan manfaat kesehatan, nutrisi seimbang, dan bergizi tinggi, berpahala, dan meningkatkan kekuatan dalam beribadah. Kondisi salah ketika mengonsumsi makanan yaitu keadaan panas, jumlah banyak, terlalu cepat menkonsumsi makanan, dan serta diiringi minuman dingin. Empat, makanan diboleh menurut Ellen yaitu sebagamana yang sudah disebutkan sebelumnya. Terdapat jenis lainya seperti roti, kue, agar-agar, telur, susu, keju dan minuman sari buahan. Makanan tersebut memberikan kesehatan, berdampak prilaku baik, dan mudah didapatkan kalangan miskin. Adapaun jenis yang dilarang untuk dikonsumsi yaitu teh, kopi, daging, tembakau, minuman beralkohol (bir dan anggur). Makanan berasal dari nutrisi hewani memiliki efek penyakit berbahaya terhadap tubuh manusia, seperti tuberkolosis, sel-sel kanker, dan penyakit yang berkomplikasi terhadap semua organ tubuh manusia. Adapun efek kandungan dari teh yaitu sakit kepala, sulit tidur, detak jantung berlebihan, ganguan pencernaan, dan menyebabkan melakukan prilaku menyimpang. Doktrin makanan ada kemiripan dengan Budha terkait menkonsumsi daging, namun Larangan dalam menkonsumsi daging , teh dan kopi terlihat bertolak belakang dengan sains modern, gereja katolik, protestan dan agama lainya. Akhirnya, penulis menyadari segala kekurangan yang terdapat dalam penulisan penelitian ini, besar harapan agar peneliti selanjutnya bisa lebih baik dari apa dihasilkan penulis lainya. Usaha ini sebagai bentuk kuntribusi kajian tentang konsep makanan yang berlandaskan agama dapat diimplementasikan kepada masyarakat yang percaya kitab suci mengatur selaga kehidupan manusia.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
Divisions: Fakultas Ushuluddin UNIDA Gontor > Studi Agama Agama
Depositing User: Mr Muhammad Taufiq Riza
Date Deposited: 05 Nov 2020 09:33
Last Modified: 05 Nov 2020 09:33
URI: http://repo.unida.gontor.ac.id/id/eprint/748

Actions (login required)

View Item View Item