أطوار الإنسان في القرآن عند طنطاوي جوهرى

Sanusi, Sanusi (2019) أطوار الإنسان في القرآن عند طنطاوي جوهرى. Diploma thesis, University of Darussalam Gontor.

[img] Text
Sanusi IQT-8.pdf

Download (936kB)

Abstract

Manusia merupakan makhluk Allah yang paling sempurna. Akan tetapi penciptaan terkait manusia masih menjadi topik perbincangan dunia akademisi terutama asal mula penciptaannya. Karena baik Islam maupun barat (ilmu modern) masih belum bisa membuktikan secara nyata tentang asal-usul penciptaan penciptaan sehingga terdapat perseberangan di antara keduanya. Permasalahan tentang manusia bukan hanya sebatas pada asal-usul penciptaannya namun tentang fase-fase kelahirannya terjadi hal yang sama. Perbedaan tersebut bahkan terjadi dalam al-Qur`an sendiri. Hal ini dapat dibuktikan dari ayat kelima surat al-Hajj pada fase pertama penciptaan manusia dikatan dari Turabsedangkan dalam ayat ke-duabelas surat al-Mukmin fase pertama manusia dari Sulalaun min Thin. Perbedaan ini tidak hanya berhenti sampai ayat yang berbeda akan tetapi terjadi hal yang serupa dikalangan mufassir terkhusus mufassir yang corak penafsirannya Tafsir Ilmy. Sebagian dari mereka mengatakan ada tujuh fase, sedangkan pendapat yang lain mengatakan lima fase. Namun menurut Thanthawi Jauhari terdapat sepuluh fase, yang berbeda dengan pendapat lainnya. Hal inilah yang mendasari ketertarikan penulis untuk mengkaji fase-fase penciptaan manusia menurut Thanthawi Jauhari. Oleh karena itu, penulisan pembahasan ini sengaja ditujukan untuk mengetahui penciptaan manusia menurut Thanthawi terutama pada fase-fasenya. Dengan menggunakan pendekatan tafsir ilmi guna memaparkan ayat maupun hadist yang berkaitan tentang fase-fase penciptaan manusia dari sudut pandang Thanthawi dengan perbandingan dengan tokoh lainnya baik dari mufassir maupun dari akademisi. Dari penelitian ini penulis dapat menyimpulkan bahwa: pendapat Thanthawi tentang fase-fase ada sepuluh fase yaitu Al-Turab,Al-Nuthfah, Al-‘Alaqah, Al-Mudhgah Al-Tammatu AL-Khalqah, Al-Mudhghah Al-Naqisu Al-Khalqah, Al-Thiflu, Bulughu al-Asyuddah, al-Syuyukh, al-Raddu ila Ardzali al-Amri. Dari sepuluh fase yang dikemukankan ada lima fase tidak tergolong pada fase perkembangan janin dalam rahim yaitu mulai dari Al-Thiflu sampai dengan al-Raddu ila Ardzali al-Amri, namun perkembengan janin setelah kelahira.Dengan demikian penulis berharap kajian ini dapat membuka wawasan bahwa al-Qur`an bukanlah buku yang dapat disamakan dengan buku lainnya karena ia merupakan rahasia ilahi yang berfungsi sebagai petunjuk untuk seluruh manusia, akan tetapi perannya sebagai petunjuk tidak terbatas dalam ranah keagamaan namun sebagai sumber ilmu pengetahuan.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General)
B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
Divisions: Fakultas Ushuluddin UNIDA Gontor > Ilmu Quran dan Tafsir
Depositing User: Mr Muhammad Taufiq Riza
Date Deposited: 05 Nov 2020 22:03
Last Modified: 05 Nov 2020 22:03
URI: http://repo.unida.gontor.ac.id/id/eprint/795

Actions (login required)

View Item View Item