مفهوم العقل عند الإمام الغزالي ودوره فى حل أزمة البيئة ورعايتها

Rosfiyanti, Nina (2019) مفهوم العقل عند الإمام الغزالي ودوره فى حل أزمة البيئة ورعايتها. Diploma thesis, University of Darussalam Gontor.

[img] Text
skripsi Nina_Fix.pdf

Download (1MB)

Abstract

Latar Belakang dan Tujuan- Krisis lingkungan merupakan masalah global yang mengancam kehidupan. Salah satu penyebabnya adalah cara berpikir antroposentris terhadap alam yang berakibat sikap eksploitatif tehadapnya. Maka salah satu cara menanggulanginya dengan memperbaiki cara berpikir manusia yang berada dalam akalnya. Akal inilah yang menjadi tema penting dalam diskursus filsuf muslim salah satunya adalah Imam al Ghazali. Keistimewaan al Ghazali terletak pada usaha integratifnya dalam memadukan filsafat, kalam dan tasawuf, termasuk dalam konsep akalnya yang berfungsi sebagai pondasi dalam mengelola keteraturan kehidupan dan mencegah manusia untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang menyebabkan kerugian, baik bagi dirinya sendiri maupun sekelilingnya. Maka penelitian ini, bertujuan untuk menganalisa konsep akal menurut al Ghazali dan perannya dalam menanggulangi krisis lingkungan serta pelestariannya. Bentuk/Metodologi/Pendekatan- Penelitian ini menggunakan jenis penelitian library researchdengan sumber data tertulis dari buku, jurnal, artikel, e-book, dan lainnya. Deskriptif-analitis sebagai analisa konsep akal al Ghazali dan perannya terhadap krisis lingkungan beserta pelestariannya. Pendekatan Interdisipliner yang berbentuk parelisasi sebagai alat interkonektifitas antara filsafat Islam dan ekologi. Ecoshophy Islam sebagai pendekatan untuk mengetahui aspek akal sebagai tolak ukur untuk membangun harmoni alam berdasarkan doktrin Islam. Hasil penelitian-Imam al-Ghazaly memaknai akal dengan beberapa bentuk; ia adalah substansi dasar yang membedakan manusia dengan makhluk yang lain, sinonim kata ilmu yang berarti mengetahui sesuatu sesuai keadaan sebenarnya, dan potensi diri untuk mengetahui dampak dari sesuatu. Akal memiliki daya al-‘amilat(praktis) sebagai pusat kreativitas dan akhlak, dan daya al-‘alimat (teoritis) berfungsi untuk menyempurnakan substansi immateri dan abstrak yang berkaitan dengan ilmu. Fungsi akal sebagai sumber ilmu (daya hafal dan pemahaman), penerang, substansi mengatur kehidupan, dan tamyiz. Konsep akal ini digunakan sebagai fondasi penanganan krisis lingkungan dan pelestariannya dengan pendekatan ‘ecoshophy Islam’ melalui beberapa gradasi konsep kunci. Pertama, khilafah. Amanat kekhilafahan pengaturan alam dan lingkungan yang diberikan kepada manusia dibarengi dengan pemberian varian kekuatan akal yang telah disebutkan. Kedua, Imarah, Varian kekuatan akal sebagai sumber cara pandang dan berfikir dalam mengatur alam secara umum dan pelestarian lingkungan secara khusus. Ketiga, taskhir. Lingkungan yang diciptakan untuk menunjang kehidupan itu hanya diperuntukkan untuk makhluk bernama manusia. Maka, jika manusia merusaknya maka kehiduanya akan terancam. Dalam ketiga konsep kunci ini, akal yang berada dalam diri manusia memiliki peran dan posisi yang sangat penting dalam penanggulangan krisis lingkungan dan pelesatarianyaManfaat Praktis/ Saran- Salah satu paradigma yang ditawarkan dalam penelitian ini adalah penanggulangan krisis lingkungan dan pelestariannya berbasis filsafat Islam atau bisa disebut ‘Ecoshophy Islam’. Beberapa judul yang bisa diangkat oleh peneliti selanjtunya misalnya ‘ecospiritual’, ‘ecotheologi’, ‘ecokalam’. Peneliti berharap penelitian ini dapat bermanfaat bagi khayalak luas umunya dan bagi oleh aktifis lingkungansecar khusus. Kata Kunci: Akal, Eco-Islamic Philosophy, Krisis Lingkunagan, Pelestarian.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General)
B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
Divisions: Fakultas Ushuluddin UNIDA Gontor > Aqidah Filsafat Islam
Depositing User: Mr Muhammad Taufiq Riza
Date Deposited: 05 Nov 2020 22:57
Last Modified: 05 Nov 2020 22:57
URI: http://repo.unida.gontor.ac.id/id/eprint/809

Actions (login required)

View Item View Item