KONSEP AR RADHA’AH MENURUT MUHAMMAD AT THAHIR BIN ‘ASYUR DALAM TAFSIR AT TAHRIR WA AT TANWIR

Amirotun Hanifah, Isnaini (2019) KONSEP AR RADHA’AH MENURUT MUHAMMAD AT THAHIR BIN ‘ASYUR DALAM TAFSIR AT TAHRIR WA AT TANWIR. Diploma thesis, Universitas Darussalam Gontor.

[img] Text
ISNAINI FIX.pdf

Download (1MB)

Abstract

Radha’ah merupakan hal yang sudah diketahui oleh banyak orang dan sudah dilakukan sejak dahulu. Namun dengan perkembangan zaman, bertambah pula tantangan bagi seorang ibu dalam menyusui bayinya. Entah itu dari dalam diri seorang ibu ataupun tantangan dari lingkungan luar. Dunia maya kini telah menjadi salah satu musuh bagi ibu menyusui dengan mudahnya mengakses artikel yang bertolak belakang dengan kebenaran, berpengaruh besar terhadap para ibu yang tidak faham dan kurang pengetahuannya akan pentingnya menyusui menjadi mudah meninggalkan bayinya untuk tidak menyusuinya. Maka dari itu penting untuk mengungkap urgensi menyusui demi menyadarkan para ibu. Salah satu mufassir yang mengungkap akan urgensi menyusui dan kaitannya dengan hukum syariat tentangnya adalah Muhammad At Thahir Bin Asyur. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis hendak meneliti dan mengetahui penafsiran Muhammad At Thahir Bin Asyur tentang radha’ah dalam Al Qur’an, karena sumber hukum dan pengetahuan utama adalah Al Qur’an itu sendiri. Adapun jenis penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan ilmu tafsir untuk mengupas dan mengkaji pemikiran Muhammad At Thahir Bin Asyur tentang radha’ah di dalam buku tafsirnya At Tahrir wa At Tanwir, serta buku-buku lainnya yang menambah kejelasan pemikiran tokoh. Kemudian peneliti dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif untuk memaparkan tentang pemikiran Muhammad At Thahir Bin Asyur dalam penafsirannya kemudian menganalisisnya dengan metode analisis. Dalam penelitian ini penulis memperoleh hasil bahwasanya radha’ah menurut Muhammad At Thahir Bin Asyur adalah hal yang sangat penting yang perlu diperhatikan bagi setiap orangtua. Karena radha’ah merupakan kewajiban bagi kedua orang tua, ibu menyusuinya dengan air susunya sedangkan ayah memenuhi kebutuhan dan memberi nafkah untuk kelancaran dalam proses penyusuan, namun hukum lain akan berlaku bila terjadi perceraian antara keduanya. Namun bagi perempuan yang telah dicerai hukum radha’ah menjadi sunnah baginya, namun akan menjadi wajib bila bayi tidak menerima ASI selain dari ibunya, atau tidak menemukan ibu susuan penggantinya juga bila sang ayah tidak memiliki kemampuan untuk membayar ibu susuan. Dari penelitian di atas, penulis menyarankan bagi seluruh umat Islam khususnya para orangtua untuk lebih memperhatikan tentang hakikat makna radha’ah dan hukum-hukum yang bersangkutan dengannya, mempelajari, mengetahui dan mengamalkannya dalam kehidupan berumah tangga, karena radha’ah memiliki kaitan besar dengan kehidupan suatu generasi. Kata Kunci : Radha’ah, Muhammad At Thahir Bin Asyur, Mutholaqat

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: H Social Sciences > HA Statistics
H Social Sciences > HG Finance
Divisions: Fakultas Ushuluddin UNIDA Gontor > Ilmu Quran dan Tafsir
Depositing User: Mr Muhammad Taufiq Riza
Date Deposited: 07 Nov 2020 06:32
Last Modified: 07 Nov 2020 06:32
URI: http://repo.unida.gontor.ac.id/id/eprint/829

Actions (login required)

View Item View Item