‫وتقديرها‬ ‫اإلجارة‬ ‫يف‬ ‫الفاسدة‬ ‫األعيان‬ ‫تعويض‬ ‫السيارات‬ ‫لتأجري‬ ‫”‬ ‫‪Ilham‬‬ ‫‪Motor‬‬ ‫“‬ ‫شركة‬ ‫يف‬ ‫جتري‬ ‫ما‬ ‫على‬ ‫فقهية‬ ‫(دراسة‬ ‫فونوروكو)‬ ‫مبالراك‬

Suryo Nugroho, Bramantyo (2020) ‫وتقديرها‬ ‫اإلجارة‬ ‫يف‬ ‫الفاسدة‬ ‫األعيان‬ ‫تعويض‬ ‫السيارات‬ ‫لتأجري‬ ‫”‬ ‫‪Ilham‬‬ ‫‪Motor‬‬ ‫“‬ ‫شركة‬ ‫يف‬ ‫جتري‬ ‫ما‬ ‫على‬ ‫فقهية‬ ‫(دراسة‬ ‫فونوروكو)‬ ‫مبالراك‬. Diploma thesis, Universitas Darussalam Gontor.

[img] Text
Bram fiks.pdf

Download (1MB)

Abstract

Sewa-menyewa atau ijarah adalah salah satu akad yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Manusia membutuhkan makanan, minuman, pakaian, rumah, mobil dan kendaraan untuk bepergian. Namun, sebagian manusia tidak memiliki uang yang cukup untuk membeli barang-barang tersebut. Sebagian yang lain menginginkan penggunaan barang tersebut dalam waktu yang terbatas. Maka manusia menggunakan akad sewa, dengan upah (ujrah) sebagai ganti rugi atas penggunaan manfaat barang yang disewakan. Di zaman modern ini, telah banyak perusahaan atau badan usaha persewaan kendaraan didirikan atas dasar kontrak ijarah. Salah satu perusahaan berbentuk persekutuan komanditer (CV) yang menyewakan mobil di Ponorogo adalah CV Ilham Motor. Perusahaan rental mobil tersebut tentunya tidak bebas dari kerugian-kerugian. Salah satu kerugian yang terjadi adalah kerusakan barang sewa oleh pihak penyewa. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kompensasi kerusakan barang sewa dan ganti rugi dalam akad ijarah menurut hukum Islam. Selain itu, bertujuan pula untuk mengetahui hukum penentuan ganti rugi terhadap kerusakan barang sewaan di CV Ilham Motor. Penelitian ini merupakan studi pustaka dengan teknik analisis deduktif-induktif untuk menentukan hukum penentuan ganti rugi terhadap kerusakan barang sewaan di CV Ilham Motor. Sehingga diharapkan dengan penelitian ini mampu untuk mengetahui hukum kompensasi kerusakan barang sewaan dalam akad ijarah menurut hukum Islam dan mengetahui hukum penentuan ganti rugi ditempat tersebut. Peneliti menyimpulkan bahwa kompensasi atas kerusakan barang sewaan menurut hukum Islam dilakukan dengan mengganti dengan bentuk sejenis (al-maal al-mitsli). Jika tidak mampu melakukan pengembalian dalam bentuk sejenis (al-maal al-mitsli) dikarenakan ketiadaan benda tersebut atau dalam keadaan darurat, maka wajib mengganti dengan yang senilai (al-maal al-qiimii). Sedangkan proses ganti rugi yang terjadi di CV Ilham Motor secara umum tidak sesuai dengan hukum Islam. Karena CV Ilham Motor tidak memperhatikan perihal penyebab terjadinya kerusakan. Apakah terdapat kesengajaan dari pihak penyewa atau tidak. Diharapkan bagi pihak persewaan agar memperhatikan penyebab terjadinya kerusakan yang dilakukan oleh pihak penyewa. Karena hukum Islam sangat memperhatikan faktor penyebab yang mewajibkan seseorang melakukan ganti rugi. Agar mampu membuat penentuan ganti rugi yang sesuai dengan hukum Islam.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Tarbiyah UNIDA Gontor > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Mr Muhammad Taufiq Riza
Date Deposited: 07 Nov 2020 14:00
Last Modified: 07 Nov 2020 14:00
URI: http://repo.unida.gontor.ac.id/id/eprint/843

Actions (login required)

View Item View Item