‫انغا‬ ‫بقرية‬ ‫األصلية‬ ‫الشعوب‬ ‫عند‬ ‫العبادة‬ ‫مفهوم‬ ‫يف‬ ‫الثقافة‬ ‫ارتشاح‬ ‫اتسكماالاي‬ ‫‪)Kampung‬‬ ‫(‪Naga‬‬

Nurhasanah, Elis (2020) ‫انغا‬ ‫بقرية‬ ‫األصلية‬ ‫الشعوب‬ ‫عند‬ ‫العبادة‬ ‫مفهوم‬ ‫يف‬ ‫الثقافة‬ ‫ارتشاح‬ ‫اتسكماالاي‬ ‫‪)Kampung‬‬ ‫(‪Naga‬‬. Diploma thesis, Universitas Darussalam Gontor.

[img] Text
ELIS FIX.pdf

Download (4MB)

Abstract

Kampung Naga merupakan perkampungan adat yang terletak di Desa Naglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Memiliki luas wilayah 1,5 hektar, terdapat 112 bangunan dengan 102 KK dan 302 jiwa penduduk. Masyarakat adat Kampung Naga Tasikmalaya masih memegang teguh adat istiadat yang ada secara turun-temurun dari nenek moyang mereka. Islam satu-satunya agama yang diyakini oleh masyarakat adat Kampung Naga Tasikmalaya, namun keyakinan mereka terhadap Islam tidak menghalangi mereka untuk melaksanakan adat istiadat terutama yang berkaitan dengan kepercayaan dan upacara adat. Diantara upacra adat tersebut adalah Hajat Sasih yang dilaksanakan enam kali dalam setahun, yaitu pada Bulan Muharram, Rabi’ul Awwal, Jumadil Akhir, Sya’ban, Syawwal (Ied Fithri), dan Dzul Hijjah (Ied Adha). Kedua, Ngaruwat Lembur yaitu upacara yang dilaksanakan pada Bulan Muharram untuk pergantian Tantang Angin atau Tolak Bala yang diletakkan disetiap pintu rumah Masyarakat Adat Kampung Naga. Ketiga, Ngawilah yaitu upacara adat yang dimaksudkan untuk pergantian Kandang Jaga atau pagar yang mengelilingi Kampung sebagai batas bangunan di Kampung Naga. Berdasarkan latar belakang yang telah dibahas sebelumnya, Penulis menginginkan untuk mengetahui apakah masyarakat adat Kampung Naga yang beragama Islam hanya melaksanakan shalat di hari jum’at saja, dan juga ingin mengetahui apakah upacara hajat sasih merupakan pengganti dari ibadah Haji. Penulis mengumpulkan data dengan melakukan penelitian lapangan, yaitu di Kampung Naga Tasikmalya, dengan refrensi sekunder dari berbagai buku yang berkaitan dengan Masyarakat Adat Kampung Naga. Data-data tersebut diperoleh dari metode analisis deskriptif yaitu penjelasan dan pembahasan masalah yang diteliti dengan menggambarkan keadaan objek penelitian berdasarkan fakta yang ada, kemudian mengeksplorasikannya dengan pendekatan antropologi agama yaitu sebuah metode yang mempelajari tentang manusia yang menyangkut agama dengan pendekatan budaya. Adapun hasil yang diperoleh Penulis yaitu, Masyarakat Adat Kampung Naga sebagai seorang muslim melaksanakan shalat lima waktu, namun dalam pelaksanaanya kembali kepada individu masing-masing, ada yang berjama’ah dan tidak. Namun masyarakat Adat Kampung Naga mengutamakan Shalat Jum’at jangan sampai ditinggalkan, pada hari ini seluruh masyarakat Adat Kampung Naga dan Sa Naga datang ke Mesjid untuk melaksanakan Shalat Berjama’ah. Aturan ini sangat di patuhi oleh seluruh Masyarakat Adat Kampung Naga dan tidak ada yang berani untuk melanggarnya. Upacara Hajat Sasih yang diantaranya bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, merupakan upacara penghormatan mereka terhadap leluhur dengan mengharapkan keselamatan, keberkahan, dan perlindungan bagi seluruh Masyarakat Adat Kampung Naga dan bukan merupakan upacara pengganti Ibadah Haji. Dengan upaya yang dilakukan peneliti untuk menunjukan signifikan penelitian ini, Penulis menyarankan untuk lebih mengkaji lagi mengenai budaya dan agama yang hadir ditengah masyarakat, apalagi di tanah Indobesia yang kaya akan keberagaman dan kebudayaannya. Diakhir penjelasan dengan segala bentuk kekurangan dari penulis, mengharapkan peneliti selanjutnya untuk bisa megkaji lebih dalam megenai Kampung

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
Divisions: Fakultas Ushuluddin UNIDA Gontor > Studi Agama Agama
Depositing User: Mr Muhammad Taufiq Riza
Date Deposited: 08 Nov 2020 03:45
Last Modified: 08 Nov 2020 03:45
URI: http://repo.unida.gontor.ac.id/id/eprint/878

Actions (login required)

View Item View Item