‫اهلندوسية‬ ‫الداينة‬ ‫عند‬ ‫اجلنسانية‬ ‫مفهوم‬

Sari Widyaningrum, Endah (2020) ‫اهلندوسية‬ ‫الداينة‬ ‫عند‬ ‫اجلنسانية‬ ‫مفهوم‬. Diploma thesis, Universitas Darussalam Gontor.

[img] Text
endah sari.pdf

Download (912kB)

Abstract

Wacana gender dalam agama Hindu dilatarbelakangi oleh problema diskriminasi terhadap kaum perempuan Hindu. Seperti budaya patriarki yang masih dijalani umat Hindu. Hal ini mendapat kritik dari beberapa tokoh Hindu yang turut membahas perihal gender dalam agama Hindu. Salah satu di antaranya ialah Mahatma Gandhi yang menyampaikan adanya diskriminasi gender dalam adat Hindu. Hal ini didukung dengan beberapa sloka yang terdapat dalam Weda Smerti. Mahatma Gandhi juga menyarankan agar dilakukan penafsiran ulang terhadap sloka-sloka yang ada pada Weda Smerti. Penelitian ini bertujuan mengungkapkan hakikat konsep gender dalam agama Hindu berdasarkan Perspektif kitab Weda Smerti yang dipercayai umat Hindu sebagai pedoman hidup mereka. Pendekatan yang digunakan peneliti dalam penelitian ini ialah pendekatan normatif. Suatu pendekatan yang berupaya memahami agama melalui ayat-ayat kitab suci yang dipercayai oleh penganut agama tertentu. Adapun di antara data-data yang digunakan ialah data primer berupa kitab Weda Smerti, literatur dan buku-buku yang berkaitan dengan gender dalam agama Hindu, juga data yang bersifat sekunder sebagai data pendukung. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang didapatkan dengan cara menelaah dan mengumpulkan sumber-sumber terkait. Kemudian menggunakan metode deskriptif dan metode analisis untuk penyajian hasil temuannya. Dari penelitian yang berhasil dikaji, peneliti menemukan bahwa konsep gender dalam Hindu muncul dikarenakan adanya beberapa tokoh serta aktifis kaum perempuan yang merasakan ketidakpuasan bahkan ketimpangan dalam peran yang mereka jalani. Hal tersebut berupa diskriminasi dari segi kehidupan sehari-hari, baik dalam aktivitas, ekonomi ataupun peran dalam berumah tangga. Kajian gender yang dilakukan aktifitis perempuan Hindu tersebut ialah agar dapat mengembalikan harkat serta kedudukan wanita yang pada dasarnya memiliki posisi yang sama dengan laki-laki. Karena dalam ajarannya, martabat serta peran perempuan dan laki- laki dalam Hindu adalah sama dan sejajar. Akan tetapi, wacana gender yang terdapat dalam Weda Smerti bila ditinjau dari beberapa sloka, maka akan terlihat sangat mengunggulkan peran laki-laki daripada perempuan. Sehingga tidak heran jika weda Smerti mengajarkan bahwa keturunan serta peran laki-laki ialah yang paling utama, baik dalam keluarga maupun kehidupan bermasyarakat. Peneliti mengakui bahwa penelitian ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu peneliti berharap kedepannya, agar pengkajian konsep gender dalam agama Hindu bila ditinjau dari perspektif Weda Smerti lebih diperdalam lagi. Sehinnga akan menghasilkan temuan-temuan baru yang nantinya akan menambah kekayaan ilmu pengetahuan tentang studi gender dalam Hindu.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
Divisions: Fakultas Ushuluddin UNIDA Gontor > Studi Agama Agama
Depositing User: Mr Muhammad Taufiq Riza
Date Deposited: 08 Nov 2020 03:47
Last Modified: 08 Nov 2020 03:47
URI: http://repo.unida.gontor.ac.id/id/eprint/879

Actions (login required)

View Item View Item