PENGARUH PEMBERIAN HORMON ALAMI TERHADAP KUALITAS BIBIT ALPUKAT (Persea americana Mill.) DENGAN CARA SAMBUNG PUCUK

Alifudin, Muhamad Fariqul (2020) PENGARUH PEMBERIAN HORMON ALAMI TERHADAP KUALITAS BIBIT ALPUKAT (Persea americana Mill.) DENGAN CARA SAMBUNG PUCUK. Other thesis, Universitas Darussalam Gontor.

[img] Text
Abstrak Indonesia Fariqul.doc

Download (31kB)

Abstract

Abstrak Tanaman alpukat (Persea americana Mill.) merupakan salah satu komoditas pertanian yang cukup penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Keberhasilan pengembangan tanaman alpukat ditentukan dengan ketersediaan bibit yang unggul. Bibit unggul tanaman dapat diperoleh dengan menggunakan perbanyakan tanaman secara vegetatif. Teknik sambung pucuk merupakan perbanyakan tanaman paling baik dan mudah diaplikasikan untuk tanaman alpukat dari sekian banyak teknik perbanyakan vegetatif tanaman. Bagian tanaman yang disambung adalah batang atas (entres) yang juga memiliki kelemahan pada saat awal pertumbuhan tanaman. Pemberian Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) merupakan salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan entres dalam teknik sambung pucuk untuk menghasilkan bibit dengan kualitas yang bagus. Zat pengatur tumbuh dibuat agar tanaman memacu pembentukan hormon tanaman (Fitohormon) yang sudah ada di dalam tanaman atau menggantikan fungsi dan peran hormon bila tanaman kurang dapat memproduksi hormon dengan baik. 4 Zat Pengatur Tumbuh dengan bahan alami yang digunakan adalah air kelapa konsentrasi 25% dengan perendaman entres selama 3 jam menit, filtrat bawang merah 200g/L dengan perendaman entres selama 9 jam, ekstrak tauge konsentrasi 30% dengan perendaman entres selama 30 menit dan fermentasi urin sapi konsentrasi 75% dengan perendaman entres selama 15 menit. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu 5 taraf perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah persentase keberhasilan sambungan (daya hidup), diameter batang, panjang tunas, jumlah tunas dan jumlah daun. Berdasarkan pengamatan hasil analisis ragam dan pembahasan maka pemberian hormon alami tidak berpengaruh terhadap kualitas bibit alpukat dengan cara sambung pucuk. Perlakuan ekstrak tauge 30% memiliki nilai rata-rata terbaik pada jumlah tunas dan daun tanaman. Perlakuan air kelapa 25% dan urin sapi 75% memberikan rata-rata terbaik masing-masing pada panjang tunas dan diameter batang. Kata Kunci : Alpukat, Sambung Pucuk, Zat Pengatur Tumbuh

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi UNIDA Gontor > Agroteknologi
Depositing User: Muhamad Fariqul Alifudin
Date Deposited: 29 Jun 2021 06:26
Last Modified: 29 Jun 2021 06:26
URI: http://repo.unida.gontor.ac.id/id/eprint/954

Actions (login required)

View Item View Item